Beberapa hari kemarin Google meng-update Page Rank untuk semua situs yang ada di jagat luna maya ini. Dan sebagaimana biasanya, dari hasil peng-update-an ini ada situs-situs yang naik peringkat, diam di tempat, atau malah turun tergantung dari penilaian dari si empunya Ranking, Mr. Page.
Pada kesempatan ini saya akan mencoba menelisik cara penilaian Google dalam menentukan Rangking. Karena saya heran, beberapa situs para master, yang traffic alexa-nya sudah belasan ribu, tidak dinilai secara signifikan, seperti situs milik Mas Agus (www.o-om.com) yang PR-nya turun dari 3 menjadi 2 dan situs milik Kang Rohman (kolom-tutorial.blogspot.com) yang PR-nya tidak beranjak dari 3. Sedangkan blog ecek-ecek, seperti SC Community, malah naik peringkat.
Berangkat dari peristiwa tersebut saya berasumsi bahwa penilaian Google dalam menentukan Ranking tidak terlepas dari 3 faktor, yaitu: orisinalitas, backlink, dan template. Tentu saja ini masih sebatas asumsi pribadi, yang tidak didukung oleh pengetahuan memadai. Maklum, saya bukan pakar atau master di bidang internet.
Seperti yang terjadi pada o-om.com, misalnya. Situs ini belakangan telah berubah menjadi situs terbuka yang siapa saja bisa mengirimkan artikel kesana sehingga dimungkinkan terjadinya artikel ganda, yang satu dimuat di situs milik si penulis dan satu lagi dimuat di situs o-om.com. Dengan adanya artikel ganda ini, mungkin, Google beranggapan bahwa o-om.com telah melakukan plagiasi terhadap artikel-artikel yang dimuat pada situs lain sehingga Google tidak memberikan Ranking memadai. Bahkan sebaliknya, Google menghukumnya dengan menurunkan Ranking.
Link exchange sangat diperlukan untuk mendongrak popularitas situs (sekalipun bukan satu-satunya cara). Namun link yang terpasang pada halaman artikel (posting) tidak berpengaruh banyak terhadap backlink. Berbeda jika link tersebut diletakkan pada halaman muka (sidebar). Apa sebab? Karena link yang terpasang pada halaman posting hanya akan terindeks jika halaman tersebut dibuka sedangkan link pada halaman muka akan selalu terindeks setiap situs tersebut dibuka (Coba saja cek page source halaman utama (muka) situs yang menyimpan link pada postingan lalu cari link sobat, ada gak link-nya? Bandingkan dengan page source halaman utama situs yang menyimpan link pada sidebar).
Memang memasang link pada halaman posting memiliki keuntungan bagi si pemilik situs: Pertama, tidak membebani pada saat loading page (terutama jika link tersebut berbentuk banner) dan kedua, dapat mengirit halaman sehingga kolom sidebar dapat dimamfaatkan untuk kegunaan lain. Namun bagi si pemilik link kurang memiliki dampak untuk terjadinya backlink.
Ketiga faktor di atas bukanlah sebuah upaya untuk mamatahan ngojay ka meri (menggurui para pakar) tapi sebatas asumsi pribadi yang didasarkan pada pengalaman (bukan berdasar pengetahuan). Apakah hal tersebut benar atau salah masih memerlukan pembuktian. Barangkali supaya lebih jelas dan gamblang kita harus bertanya kepada Mr. Page, hehehe....
Ok, segitu aja infonya sob. Semoga bermanfaat .....
Pada kesempatan ini saya akan mencoba menelisik cara penilaian Google dalam menentukan Rangking. Karena saya heran, beberapa situs para master, yang traffic alexa-nya sudah belasan ribu, tidak dinilai secara signifikan, seperti situs milik Mas Agus (www.o-om.com) yang PR-nya turun dari 3 menjadi 2 dan situs milik Kang Rohman (kolom-tutorial.blogspot.com) yang PR-nya tidak beranjak dari 3. Sedangkan blog ecek-ecek, seperti SC Community, malah naik peringkat.
Berangkat dari peristiwa tersebut saya berasumsi bahwa penilaian Google dalam menentukan Ranking tidak terlepas dari 3 faktor, yaitu: orisinalitas, backlink, dan template. Tentu saja ini masih sebatas asumsi pribadi, yang tidak didukung oleh pengetahuan memadai. Maklum, saya bukan pakar atau master di bidang internet.
Orisinalitas
Orisinalitas (keaslian) sebuah tulisan menjadi salah satu faktor penentu dalam penyusunan Ranking yang dilakukan oleh Google. Google akan memeriksa seluruh konten dari sebuah situs dan melihat apakah telah terjadi tindakan plagiasi atau tidak. Jika terjadi plagiasi maka Google akan menganggap bahwa konten situs tersebut sudah tidak orisinil lagi sehingga kurang (tidak) layak untuk diberi nilai plus.Seperti yang terjadi pada o-om.com, misalnya. Situs ini belakangan telah berubah menjadi situs terbuka yang siapa saja bisa mengirimkan artikel kesana sehingga dimungkinkan terjadinya artikel ganda, yang satu dimuat di situs milik si penulis dan satu lagi dimuat di situs o-om.com. Dengan adanya artikel ganda ini, mungkin, Google beranggapan bahwa o-om.com telah melakukan plagiasi terhadap artikel-artikel yang dimuat pada situs lain sehingga Google tidak memberikan Ranking memadai. Bahkan sebaliknya, Google menghukumnya dengan menurunkan Ranking.
Backlink
Bagi master sekelas Mas Agus dan Kang Rohman, mungkin hanya sedikit sekali melakukan link exchange (tukeran link), bahkan mungkin tidak sama sekali, sehingga backlink yang mengarah ke situsnya hanya dari situs-situs yang secara sukarela memasang link situsnya (www.o-om.com dan/atau kolom-tutorial.blogspot.com). Hal inilah, barangkali, yang membuat situs mereka kurang mendapat perhatian dari Google ketika peng-update-an Page Rank. Berbeda dengan situs-situs kelas teri, seperti SC Community, yang banyak melakukan tukeran link.Link exchange sangat diperlukan untuk mendongrak popularitas situs (sekalipun bukan satu-satunya cara). Namun link yang terpasang pada halaman artikel (posting) tidak berpengaruh banyak terhadap backlink. Berbeda jika link tersebut diletakkan pada halaman muka (sidebar). Apa sebab? Karena link yang terpasang pada halaman posting hanya akan terindeks jika halaman tersebut dibuka sedangkan link pada halaman muka akan selalu terindeks setiap situs tersebut dibuka (Coba saja cek page source halaman utama (muka) situs yang menyimpan link pada postingan lalu cari link sobat, ada gak link-nya? Bandingkan dengan page source halaman utama situs yang menyimpan link pada sidebar).
Memang memasang link pada halaman posting memiliki keuntungan bagi si pemilik situs: Pertama, tidak membebani pada saat loading page (terutama jika link tersebut berbentuk banner) dan kedua, dapat mengirit halaman sehingga kolom sidebar dapat dimamfaatkan untuk kegunaan lain. Namun bagi si pemilik link kurang memiliki dampak untuk terjadinya backlink.
Template
Mungkin aneh jika menganggap template berpengaruh terhadap Page Rank. Tapi ini adalah kejadian nyata pada blog Sastra Culun. Ketika Sastra Culun menggunakan template Jeans3c, Page Rank-nya sudah 2 (dua), namun setelah ganti template, Page Rank-nya malah menjadi N/A (Not Applicable) alias tidak aplikatif terhadap Google Page Rank. Dari sinilah mula anggapan bahwa template memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap Page Rank. Template yang tidak friendly mungkin akan sulit untuk mendapatkan Ranking karena tidak applicable dengan mesin si mbah.Ketiga faktor di atas bukanlah sebuah upaya untuk mamatahan ngojay ka meri (menggurui para pakar) tapi sebatas asumsi pribadi yang didasarkan pada pengalaman (bukan berdasar pengetahuan). Apakah hal tersebut benar atau salah masih memerlukan pembuktian. Barangkali supaya lebih jelas dan gamblang kita harus bertanya kepada Mr. Page, hehehe....
Ok, segitu aja infonya sob. Semoga bermanfaat .....
0 comments:
Post a Comment