Kesunyian malam yang bersenandungkan hening
Derai air mata yang tersenyum turunlah bening
Disuarakan lewat bait syair yang tertinta
Sajak yang melukiskan merdunya irama rindu
Tergores bersama air yang mengalir di jariku
Teringat dia yang menanam tebu
Di bibirnya yang telah berkata saying padaku
Dustanya ia yang berkata setia
Selalu menyikasa hatiku yang kececwa
Mungkin karena salah yang tak kan termaafkan
Kesulitanku adalah tak mudah untuk melupakan
Hanyalah gitar tua ini yang jadi saksi
Taman sepiku yang tengah mengurai mimpi
0 comments:
Post a Comment